![]()
![]()
Pasuruan, 7 November 2025 — Semangat luar biasa, perjuangan tanpa lelah, dan sedikit bumbu drama mewarnai perjalanan Tim Voli PGRI Rembang Putra dalam ajang Turnamen Bola Voli PGRI Se-Kabupaten Pasuruan Tahun 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Pasuruan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-80 Tahun 2025.
Berdasarkan surat penugasan resmi PC PGRI Rembang dengan nomor 030/Und/2615/X/2025, turnamen dilaksanakan pada Selasa – Kamis, 4–6 November 2025 dan dimulai pukul 06.30 WIB di Lapangan Gedung PGRI Rejoso, Kabupaten Pasuruan.


Dari sinilah kisah luar biasa itu bermula, dari semangat guru-guru Rembang yang tak hanya piawai di depan kelas, tapi juga tangguh dan gigih di lapangan voli.
Salah satu pemain Tim PGRI Rembang menceritakan perjalanan timnya yang penuh lika-liku.
“Babak penyisihan saja sudah seperti perempat final. Lawan pertama langsung Kejayan, set awal kami terseok-seok, tapi akhirnya menang dramatis dua set,” ujarnya sambil mengenang momen penuh ketegangan.


Hari berikutnya, dua pertandingan berat menanti: melawan Pohjentrek dan Gondang Wetan.
Lawan Pohjentrek berjalan mulus menang dua set tanpa banyak kendala. Namun, laga melawan Gondang Wetan menjadi “pertunjukan penuh emosi.”
“Pemain andalan kami, Anas Al Ayyubi, dikatai suporter lawan gara-gara pakai nomor punggung 23. Set pertama kami kalah 25–22, tapi setelah kami protes karena ada pemain lawan bukan ASN, akhirnya tim Gondang Wetan didiskualifikasi. Kami pun melaju ke perempat final,” kenangnya.
Babak perempat final mempertemukan PGRI Rembang dengan PGRI Pandaan, lawan kuat dengan dukungan suporter fanatik.
“Pertandingan seru, tapi sempat ada drama. Ada suporter yang ‘menyawer’ uang ke lapangan saat kami blunder. Teman kami spontan menendang uang itu, dan sempat terjadi kericuhan kecil. Untung wasit cepat melerai,” ujarnya dengan tawa ringan.
Meski suasana sempat panas, Rembang tetap fokus dan menang tipis 3–2.
Itulah kemenangan yang benar-benar “diperjuangkan dengan keringat, tawa, dan adrenalin.”
Setelah laga panjang lima set melawan Pandaan dari pukul 08.00 hingga 11.15, tim Rembang hanya punya waktu istirahat 30 menit sebelum tampil di final melawan PGRI Lumbang, yang memiliki waktu istirahat lebih dari tiga jam.
“Set pertama masih imbang, set kedua kami sempat unggul. Tapi di set ketiga dan keempat, tenaga benar-benar habis. Lawan Pandaan saja sudah seperti latihan militer lima babak penuh,” ujar salah satu pemain dengan nada bercanda.
Meski akhirnya harus puas dengan skor 3–1 untuk kemenangan Lumbang, sedangkan PGRI Rembang resmi mengantongi gelar Juara 2 Se-Kabupaten Pasuruan.
Meski tak membawa piala utama, Tim Voli PGRI Rembang Putra telah menunjukkan arti sebenarnya dari kemenangan, yakni kebersamaan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
Seluruh pemain berasal dari beragam satuan pendidikan dari SD, SMP, dan SMK yang bersatu dalam semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”


“Kami bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk membawa semangat kebersamaan guru. Juara dua di lapangan, tapi juara satu di hati,” ujar salah satu pemain dengan bangga.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rembang, Wahyuni, M.Pd., yang juga hadir memberikan dukungan moral, turut mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi para guru Rembang.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan dan semangat rekan-rekan guru yang telah mengharumkan nama Rembang. Kemenangan ini bukan sekadar tentang peringkat, tetapi tentang kebersamaan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah. Guru-guru kita telah menunjukkan bahwa keteladanan juga bisa diwujudkan lewat sportivitas,” tuturnya penuh haru dan bangga
Turnamen ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-guru se-Kabupaten Pasuruan, menumbuhkan jiwa sportivitas dan solidaritas, serta menjadi bukti bahwa guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa tetapi juga pahlawan yang bisa ‘smash’ dengan semangat luar biasa!
Tim Voli PGRI Rembang Putra — Juara di Lapangan, Juara di Hati. ❤️
(Tim Redaksi Warta Sekolah/AH).

