Rembang, 9 Juni 2026 – SMP Negeri 1 Rembang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026. Sebanyak 475 peserta didik mengikuti asesmen secara digital menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) Anti Cheat yang dikembangkan dan dikelola oleh sekolah.

Pelaksanaan ASAS tahun ini menjadi salah satu langkah nyata SMPN 1 Rembang dalam mendukung transformasi pendidikan digital sekaligus membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Dengan memanfaatkan teknologi CBT, proses asesmen berlangsung lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel dibandingkan metode ujian konvensional berbasis kertas.

Berbeda dengan ujian pada umumnya, ASAS Semester Genap di SMPN 1 Rembang tidak hanya mengukur penguasaan materi pelajaran, tetapi juga mengadopsi berbagai karakteristik soal yang mengacu pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Soal-soal dirancang untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, penalaran logis, pemecahan masalah, analisis informasi, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Peserta didik dihadapkan pada berbagai bentuk soal yang menuntut kemampuan memahami informasi, menghubungkan konsep, menganalisis kasus, hingga mengambil keputusan berdasarkan data yang tersedia. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kompetensi peserta didik dibandingkan sekadar mengukur kemampuan menghafal materi.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan ASAS tahun ini adalah penerapan sistem CBT Anti Cheat. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga integritas ujian dan meminimalkan berbagai potensi pelanggaran akademik selama proses asesmen berlangsung.

Melalui fitur pengawasan digital yang terintegrasi, sistem mampu memantau aktivitas peserta selama mengerjakan soal, membatasi perpindahan aplikasi yang tidak diizinkan, mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta mencatat setiap pelanggaran yang terjadi selama ujian berlangsung. Dengan demikian, peserta didik didorong untuk mengerjakan soal secara mandiri sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Penerapan teknologi tersebut tidak hanya bertujuan mencegah kecurangan, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar terbiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas dalam setiap kegiatan akademik. Sekolah meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai yang diperoleh, tetapi juga dari proses yang dijalani dengan penuh integritas.

Selama enam hari pelaksanaan ujian, seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Dukungan infrastruktur server sekolah, jaringan internet yang stabil, kesiapan guru, serta kedisiplinan peserta didik menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan ASAS berbasis CBT tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Rembang,  Wahyuni, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Pelaksanaan ASAS berbasis CBT Anti Cheat ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menghadirkan sistem evaluasi yang lebih modern, objektif, dan berintegritas. Selain mengukur hasil belajar siswa, kami juga ingin membiasakan peserta didik menghadapi asesmen digital yang menuntut kemampuan literasi, numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah sebagaimana yang diterapkan dalam model Tes Kemampuan Akademik,” ungkapnya.

Sementara itu, para guru menyambut positif pelaksanaan asesmen berbasis digital tersebut karena memudahkan proses pengelolaan soal, pelaksanaan ujian, hingga analisis hasil belajar siswa. Sistem CBT memungkinkan proses koreksi dan rekapitulasi nilai dilakukan secara lebih cepat dan akurat sehingga guru dapat segera melakukan evaluasi pembelajaran.

Bagi peserta didik, penggunaan CBT memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi saat ini. Selain terbiasa menggunakan perangkat digital secara produktif, siswa juga memperoleh pengalaman mengerjakan soal-soal berbasis literasi dan penalaran yang menuntut kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah.

Melalui pelaksanaan ASAS Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 ini, SMPN 1 Rembang kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pemanfaatan teknologi CBT Anti Cheat dan penerapan soal model TKA menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan masa depan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

Dengan mengusung semangat “Ujian Berkualitas, Siswa Berprestasi”, SMPN 1 Rembang berharap pelaksanaan ASAS tidak hanya menjadi sarana evaluasi hasil belajar, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan penguatan budaya akademik yang berintegritas.

(Tim Redaksi/AH)

Tinggalkan Komentar