Rembang, 22 September 2026 — SMPN 1 Rembang, Kabupaten Pasuruan, mendukung pelaksanaan Program Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas IX yang menjadi sasaran program. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Rembang, Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan.

Pelaksanaan imunisasi berlangsung di Ruang Multimedia SMPN 1 Rembang pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan imunisasi yang dijadwalkan pada 21–23 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Berdasarkan surat resmi Puskesmas Rembang, sasaran imunisasi kejar ini adalah anak perempuan kelas IX SMP/MTs/sederajat yang belum pernah mendapatkan imunisasi HPV sebelumnya, dengan pemberian sebanyak satu dosis.

Pelaksanaan imunisasi HPV di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam mencapai eliminasi kanker leher rahim pada tahun 2030.

Dalam surat pemberitahuan Puskesmas Rembang disebutkan bahwa program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, pemerintah melaksanakan imunisasi kejar bagi anak perempuan kelas IX yang belum pernah memperoleh imunisasi HPV sebelumnya.

Kegiatan di SMPN 1 Rembang berlangsung dengan pendampingan tenaga kesehatan dari Puskesmas Rembang serta dukungan pihak sekolah. Para siswi mengikuti proses pelayanan secara bergantian dengan tetap mendapatkan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah juga menjadi bentuk nyata sinergi antara satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pihak sekolah membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, mengatur peserta didik, serta memastikan informasi mengenai kegiatan dapat disampaikan kepada guru dan orang tua/wali murid. Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Rembang melaksanakan pelayanan imunisasi kepada peserta didik sesuai dengan sasaran program.

Puskesmas Rembang juga mengimbau agar para siswi sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti imunisasi.

Suasana kegiatan berlangsung tertib. Para siswi menunggu giliran dengan didampingi guru dan petugas kesehatan, sementara tenaga kesehatan menyiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan dalam proses pelayanan imunisasi.

Plt. Kepala SMPN 1 Rembang, Wahyuni, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program imunisasi HPV di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan kesehatan seperti ini merupakan bagian penting dari perhatian sekolah terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.

“Kami menyambut baik pelaksanaan imunisasi HPV bagi siswi kelas IX di SMPN 1 Rembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan edukasi dan perhatian terhadap kesehatan peserta didik sejak usia sekolah. Kami berharap seluruh siswi yang menjadi sasaran dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta mendapatkan informasi kesehatan yang tepat dari tenaga kesehatan,” ujar Wahyuni, M.Pd.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

“Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mendukung perkembangan akademik peserta didik, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka. Karena itu, kerja sama dengan Puskesmas Rembang dalam kegiatan kesehatan seperti ini sangat penting. Kami juga mengharapkan dukungan dari orang tua atau wali murid agar program kesehatan bagi peserta didik dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Kegiatan imunisasi HPV juga memiliki nilai edukatif bagi peserta didik. Para siswi memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit dan pemanfaatan layanan kesehatan.

Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan adanya kegiatan yang melibatkan tenaga kesehatan secara langsung, peserta didik dapat memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang berkompeten.

Hal tersebut sejalan dengan peran pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kesadaran peserta didik dalam menjaga dirinya.

Program yang dilaksanakan di SMPN 1 Rembang ini secara khusus menyasar siswi kelas IX yang memenuhi ketentuan program, yaitu belum pernah mendapatkan imunisasi HPV sebelumnya. Pemberian imunisasi kejar yang tercantum dalam surat Puskesmas Rembang adalah sebanyak satu dosis.

Penyelenggaraan kegiatan secara khusus bagi siswi kelas IX juga memudahkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam melakukan pendataan, pengaturan peserta, serta pelaksanaan pelayanan secara terkoordinasi.

Program kesehatan di sekolah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sekolah berperan menyediakan lingkungan dan fasilitas pelaksanaan, tenaga kesehatan memberikan pelayanan serta edukasi kesehatan, sedangkan orang tua/wali memberikan dukungan terhadap peserta didik.

Puskesmas Rembang melalui surat resminya juga meminta pihak sekolah untuk menyampaikan informasi kegiatan kepada guru dan orang tua/wali murid.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Pelaksanaan imunisasi HPV bagi siswi kelas IX di Ruang Multimedia SMPN 1 Rembang menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap program kesehatan pemerintah sekaligus penguatan pendidikan kesehatan bagi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan penyakit sesuai dengan informasi serta arahan tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung dalam rangkaian pelayanan Puskesmas Rembang pada 21–23 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

SMPN 1 Rembang terus mendorong terbangunnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam mendukung kesehatan peserta didik. Dengan lingkungan sekolah yang sehat dan dukungan berbagai pihak, proses pendidikan diharapkan dapat berlangsung secara optimal serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (Tim Redaksi/AH).

Tinggalkan Komentar