Rembang, 10 November 2025 — Suasana pagi di SMPN 1 Rembang tampak lebih ceria dari biasanya. Senyum siswa-siswi tampak merekah saat menerima Menu Bergizi Gratis (MBG) yang kembali hadir secara tak terduga pada Jumat, 7 November dan Senin, 10 November 2025.
Kejutan ini menjadi momen spesial bagi para peserta didik karena sebelumnya MBG dijadwalkan baru akan resmi berjalan mulai 17 November 2025.
Namun ternyata, berdasarkan keterangan dari Ibu Khis, selaku Asisten Lapangan Program MBG wilayah Rembang, pelaksanaan program tersebut resmi dimajukan lebih cepat dari jadwal awal.
“Alhamdulillah, MBG sudah mulai berjalan lebih cepat dari rencana semula. Tadinya kami jadwalkan tanggal 17 November, tapi karena kesiapan logistik dan tim lapangan, akhirnya bisa dimulai lebih awal,” tutur beliau dengan senyum hangat.

Program MBG awalnya hanya dijalankan secara uji coba pada tanggal 5–6 November 2025, namun karena mendapat respon positif dari siswa dan guru, kegiatan tersebut kini resmi menjadi program rutin setiap hari Senin hingga Jumat.
Setiap harinya, sebanyak 616 siswa mendapatkan porsi utama bergizi, disiapkan dengan menu yang bervariasi agar memenuhi kebutuhan gizi harian siswa.
Sementara untuk hari Sabtu, bentuknya sedikit berbeda — MBG menyediakan makanan kering seperti roti kering, susu, serta buah (pisang atau buah segar lain) yang dibagikan bersamaan pada hari Jumat.
Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi dan kebugaran siswa agar proses belajar berjalan lebih optimal.
Kepala SMPN 1 Rembang, Ibu Wahyuni, M.Pd., menyambut dengan penuh rasa syukur dan apresiasi atas kelancaran serta percepatan program MBG ini.
“Kami sangat bersyukur karena program MBG bisa berjalan lebih cepat dari jadwal. Ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi memberikan energi, semangat, dan perhatian bagi anak-anak kami agar belajar dengan kondisi tubuh yang sehat dan pikiran yang segar,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan gerakan sekolah sehat yang menekankan keseimbangan antara gizi, kebersihan, dan lingkungan belajar yang nyaman.

Momen pembagian MBG juga menjadi ajang pembiasaan karakter, di mana siswa diajak untuk bersyukur atas nikmat yang diterima, tidak membuang makanan, serta belajar berbagi dengan teman-temannya.
Salah satu siswa kelas VIII mengatakan dengan antusias,
“Senang sekali, Bu! Kami pikir MBG baru mulai tanggal 17, ternyata dapat lebih cepat. Makanannya enak dan bikin semangat belajar.”
Guru-guru pun turut mengapresiasi kehadiran MBG yang tidak hanya menambah energi siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga sekolah.
Dengan pelaksanaan yang kini resmi berjalan setiap hari sekolah, MBG menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan siswa.
Program ini menunjukkan bahwa perhatian pada gizi dan kesehatan merupakan bagian penting dari pendidikan yang holistik.
“Anak yang sehat akan belajar dengan bahagia. Dan anak yang bahagia, akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” tutup Ibu Wahyuni dengan penuh optimisme.
(Tim Redaksi Warta Sekolah/AH).
