![]()
Pasuruan, 21 April 2026 — SMP Negeri 1 Rembang, Kabupaten Pasuruan, menggelar upacara peringatan Hari Kartini dengan nuansa yang berbeda pada tahun ini. Jika pada umumnya peringatan Hari Kartini identik dengan penggunaan kebaya dan busana adat, kali ini seluruh peserta upacara, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan, mengikuti kegiatan dengan mengenakan seragam sekolah seperti hari biasa.

Perubahan konsep tersebut bukan tanpa alasan. Pihak sekolah ingin menanamkan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta didik bahwa esensi perjuangan tidak terletak pada simbol busana semata, melainkan pada nilai-nilai perjuangan, kesederhanaan, dan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan.
Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh warga sekolah di lapangan upacara. Dalam amanat pembina upacara, disampaikan bahwa semangat Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.

“Kita ingin siswa memahami bahwa memperingati Hari Kartini bukan sekadar mengenakan pakaian adat, tetapi bagaimana meneladani semangat beliau dalam memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan,” ujar pembina upacara dalam sambutannya.
Suasana sederhana justru memberikan kesan yang lebih reflektif. Dengan mengenakan seragam sekolah, seluruh peserta upacara menunjukkan bahwa pendidikan adalah inti dari perjuangan Kartini yang harus terus dilanjutkan oleh generasi masa kini.
Kepala sekolah, Wahyuni, M.Pd juga menegaskan bahwa pendekatan ini diharapkan mampu menggeser pola pikir siswa dari hal-hal yang bersifat seremonial menuju pemaknaan yang lebih substansial. Nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesetaraan gender menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.
Melalui peringatan ini, SMPN 1 Rembang berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran sosial siswa. Semangat Kartini diharapkan dapat menjadi inspirasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan sekolah.
Dengan konsep sederhana namun sarat makna, peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum refleksi bersama bahwa perjuangan besar sering kali dimulai dari hal-hal yang sederhana, namun konsisten dilakukan. (Tim Redaksi/AH)