Rembang, 06 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMP Negeri 1 Rembang Kabupaten Pasuruan. Tim debat kebanggaan sekolah yang bernama Tim Bung Tomo berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Debat Bahasa Indonesia (KDBI) Piala Bergilir Bupati Pasuruan Tahun 2026 dalam rangkaian kegiatan Pragati Funfest 2026 yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Tosari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, serta pendidikan karakter di SMPN 1 Rembang terus berkembang secara positif dan kompetitif. Kompetisi yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP/MTs sederajat se-Kabupaten Pasuruan tersebut menjadi ajang bergengsi dalam mengasah kemampuan argumentasi, public speaking, analisis persoalan sosial, serta etika dalam berdebat.

Dalam perjalanan kompetisi, Tim Bung Tomo mampu menunjukkan kualitas debat yang unggul melalui penyampaian argumen yang logis, sistematis, berbasis data, dan tetap menjunjung tinggi kesantunan berbahasa. Penilaian lomba sendiri mencakup aspek materi, metode penyampaian, dan sikap atau manner dalam berdebat.
Ajang KDBI 2026 mengangkat semangat membangun generasi muda yang kritis dan beretika melalui tema:
“Suara Muda Pasuruan: Berpikir Kritis, Bertindak Etis, Membangun Negeri, Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut sejalan dengan semangat pendidikan di SMPN 1 Rembang yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik yang santun, cerdas, dan berintegritas.
Keberhasilan Tim Bung Tomo tidak diraih secara instan. Dibutuhkan latihan intensif, penguatan literasi, penguasaan isu-isu aktual, kemampuan membangun argumentasi, serta kerja sama tim yang solid. Dalam kompetisi ini, peserta dituntut mampu berpikir multiperspektif, membedakan fakta dan opini, serta menyampaikan gagasan secara persuasif tanpa menjatuhkan lawan debat.

Kepala SMPN 1 Rembang menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam kemampuan komunikasi, literasi, dan kepemimpinan.
“Kami sangat bangga atas perjuangan dan kerja keras Tim Bung Tomo yang telah membawa nama baik SMPN 1 Rembang di tingkat Kabupaten Pasuruan. Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga mampu berpikir secara logis, menghargai pendapat orang lain, dan menyampaikan argumentasi dengan santun,” ujar Wahyuni, M.Pd.
Selain membawa pulang trofi juara, kemenangan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri karena Tim Bung Tomo berhasil mengharumkan nama sekolah di tingkat Kabupaten Pasuruan dalam kompetisi yang memperebutkan Piala Bergilir Bupati Pasuruan.
Lebih dari sekadar kemenangan, kompetisi debat sejatinya mengajarkan nilai penting tentang cara menyampaikan pendapat dengan bijak. Dalam dunia pendidikan, debat bukanlah tentang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang mampu menghadirkan solusi, menghargai perbedaan, dan menjaga adab dalam berdiskusi.
Ada satu nilai penting yang perlu dipahami oleh generasi muda:
“Perdebatan yang hebat bukanlah yang mampu menjatuhkan lawan, tetapi yang mampu mengangkat kualitas pemikiran bersama.”
Dalam debat yang sehat, akhlak menjadi pondasi utama. Argumentasi tanpa etika hanya akan melahirkan kesombongan intelektual. Sebaliknya, pendapat yang disampaikan dengan santun akan lebih mudah diterima dan dihormati.

Sikap saling menghargai, tidak memotong pembicaraan, tidak merendahkan lawan, serta berani menerima kritik merupakan bagian penting dari karakter pelajar yang unggul. Hal inilah yang menjadi kekuatan utama Tim Bung Tomo dalam setiap penampilannya.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMPN 1 Rembang tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan komunikasi yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Dengan raihan Juara 1 ini, SMPN 1 Rembang berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang cerdas dalam berpikir, santun dalam berbicara, dan bijak dalam menyampaikan pendapat demi mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter. (Tim Redaksi/AH)
