![]()
Rembang, Pasuruan — 28 Oktober 2025. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Negeri 1 Rembang Kabupaten Pasuruan melaksanakan layanan klasikal dengan tema “Menumbuhkan Resiliensi melalui Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset)”.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas IX dan bertujuan menumbuhkan kemampuan resiliensi (daya lenting) serta membentuk pola pikir positif dalam menghadapi berbagai tantangan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dilaksanakan di ruang belajar sekolah dengan memanfaatkan teknologi flat panel interaktif, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih modern, menarik, dan interaktif. Layanan ini menggunakan metode ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, dan Aplikasi), yang dirancang untuk mengajak siswa belajar melalui pengalaman langsung, berpikir kritis, dan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Tahap pertama, Aktivitas, dilakukan melalui permainan edukatif. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan ditugaskan membangun menara dari kartu yang telah disediakan.
Kelompok lain berperan untuk berusaha merobohkan menara tersebut tanpa menyentuhnya secara langsung.

Suasana ruang belajar menjadi hidup dan penuh semangat. Beberapa menara sempat roboh, namun para siswa tidak menyerah — mereka segera berdiskusi, memperbaiki strategi, dan mencoba kembali hingga berhasil.
“Kami sempat kecewa karena menaranya jatuh, tapi setelah mencoba lagi dengan kerja sama yang lebih baik, hasilnya lebih kuat,” ungkap salah satu siswa dengan bangga.
Setelah kegiatan berlangsung, guru BK memandu tahap Refleksi dengan mengajukan pertanyaan seputar perasaan, tindakan, dan pembelajaran yang diperoleh saat menghadapi kegagalan.
Melalui diskusi reflektif ini, siswa menyadari bahwa kegagalan bukanlah akhir, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman.

Dari hasil refleksi, para siswa memahami bahwa resiliensi adalah kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan dan tetap berusaha mencapai tujuan meski menghadapi hambatan.
Tahap Konsep menjadi momen penting bagi guru BK untuk menjelaskan hubungan antara resiliensi dan growth mindset.
Siswa diajak memahami bahwa individu dengan pola pikir berkembang percaya bahwa kemampuan dapat terus diasah melalui usaha, latihan, dan pengalaman.
Guru BK menekankan bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar yang justru memperkuat karakter dan keuletan.

Tahap terakhir, Aplikasi, dilaksanakan secara digital menggunakan aplikasi Kahoot! yang ditampilkan melalui layar flat panel.
Dalam sesi ini, siswa menjawab kuis interaktif untuk membedakan antara pernyataan growth mindset dan fixed mindset.
Kegiatan berlangsung seru dan kompetitif. Suasana belajar terasa menyenangkan dengan perpaduan antara teknologi, permainan, dan nilai karakter.
“Belajar sambil main Kahoot bikin kami lebih semangat dan paham kalau gagal itu wajar, asal mau belajar lagi,” ujar salah satu peserta didik dengan antusias.

Melalui layanan klasikal ini, peserta didik SMPN 1 Rembang tidak hanya memahami teori tentang resiliensi, tetapi juga mempraktikkan langsung sikap pantang menyerah, kerja sama, dan optimisme dalam kehidupan sehari-hari.
Guru BK berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk memperkuat karakter dan kesiapan mental siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami ingin menanamkan semangat bahwa jatuh bukan berarti menyerah. Setiap kegagalan adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar,” tutur Guru BK.
Kepala SMPN 1 Rembang, Wahyuni, M.Pd, memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi guru BK dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran karakter.
“Metode ARKA dengan dukungan teknologi seperti flat panel dan Kahoot menjadi contoh pembelajaran modern yang tetap berorientasi pada nilai-nilai karakter. Kami berharap siswa SMPN 1 Rembang terus tumbuh menjadi generasi tangguh, positif, dan adaptif terhadap perubahan,” ujar beliau.
(Tim Redaksi Warta Sekolah/AH).