![]()
SMPN se-Kabupaten Pasuruan Siap Jadi Pelopor Dakwah Bermartabat.
Pasuruan, 8 November 2025 — Suara semangat muda menggema di RM Kebon Pring Karang Ketug, Kraton, Sabtu pagi. Ratusan siswa SMP terbaik dari berbagai sekolah di Kabupaten Pasuruan berkumpul mengikuti Pelatihan Dakwah Digital Millenial (PPDM) — sebuah kegiatan inovatif yang memadukan dakwah, teknologi, dan kreativitas anak muda zaman kini.
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan bersama PD IKADI Kabupaten Pasuruan, dengan tujuan menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga membekali generasi muda dengan kemampuan berdakwah secara bijak dan kreatif di dunia digital, agar mampu menebar nilai-nilai kebaikan di tengah derasnya arus informasi.

Salah satu sekolah yang turut aktif berpartisipasi adalah SMPN 1 Rembang, yang mengirimkan tiga siswa terbaik dari kelas VIII, yaitu:
- Elvin Hasbi Asy-Syakury
- M. Ilzamil Haq
- Achmad Ibnu Sholah Ramadhani
Ketiganya tampil penuh semangat, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Introduction to Dakwah Digital, Urgensi Dakwah untuk Generasi Milenial dan Gen Z, hingga Strategi dan Teknik Dakwah Digital.

Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, para peserta disambut dengan sesi Ice Breaking Digital, dilanjutkan dengan materi menarik seperti Introduction to Dakwah Digital, Urgensi Dakwah untuk Generasi Milenial dan Gen Z, hingga Membangun Personal Branding sebagai Da’i Milenial.
Tak berhenti di teori, para peserta juga diajak praktek langsung membuat konten dakwah digital bertema Dukungan Palestina, serta menghadapi tantangan konten real-time yang menantang kreativitas dan kepekaan sosial mereka.
Dalam sambutannya, perwakilan panitia menekankan bahwa dunia digital hari ini ibarat medan dakwah baru. Jika dulu dakwah dilakukan lewat mimbar dan majelis, kini platform media sosial menjadi ladang pahala sekaligus ujian.
“Siapa pun bisa jadi dai, asalkan bijak dan beradab dalam berucap di dunia maya. Dakwah bukan sekadar bicara, tapi tentang menebar nilai kebaikan,” ujar salah satu pemateri dengan penuh semangat.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rembang, dalam tanggapannya menyebut kegiatan ini sebagai angin segar bagi pendidikan karakter siswa.
“PPDM ini luar biasa. Anak-anak jadi paham bahwa like dan share bukan sekadar angka, tapi bisa menjadi amal jariyah kalau digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan kebaikan,” ujarnya bangga.
Kegiatan ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang menanamkan kesadaran moral di tengah derasnya arus informasi. Dakwah digital mengajarkan siswa agar tetap berpikir kritis, beretika, dan menjaga lisan — bahkan saat berkomentar di dunia maya.
Di tengah sesi pelatihan, sempat terdengar renungan dari salah satu peserta:
“Ternyata berdakwah itu bisa lewat konten singkat. Tapi tanggung jawabnya besar — karena setiap kata akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.”
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari ini ditutup dengan pameran mini konten dakwah digital, pengumuman pemenang, serta doa bersama. Wajah-wajah muda tampak bersinar — bukan hanya karena belajar teknologi, tapi karena menemukan makna baru dalam berdakwah.
Dari kegiatan ini, jelas bahwa generasi milenial dan Gen Z bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga pembawa cahaya di dunia digital.
“Gunakan jari-jarimu untuk menulis kebaikan, bukan kebencian. Sebab, di zaman digital ini, dakwah bisa dimulai dari satu klik, tapi berdampak pada sejuta hati.”
(Tim Redaksi Warta Sekolah/AH).